Basic Command di Linux dan Manajemen Proses

Nama  : Muhammad Aziz Ashari
NIM     : 1305793
Kelas    : C2 2013
MK       : Sistem Operasi (Praktikum)

Tugas Resume Modul 1 dan Modul 2 Praktikum Sistem Operasi

  1. Mengenal Linux

Linux adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds dari Universitas Helsinki Finlandia sebagai proyek hobi mulai tahun 1991.Ia menulis Linux, sebuah kernel untuk prosesor 80386, prosesor 32-bit pertama dalam kumpulan CPU Intel yang cocok untuk PC. Baru pada tanggal 14 Maret 1994versi 1.0 mulai diluncurkan, dan hal ini menjadi tonggak sejarah Linux.

Linux merupakan clone dari UNIX yang telah di-port ke beragam platform, antara lain: Intel 80×86, AlphaAXP, MIPS, Sparch, Power PC, dan lain sebagainya. Sekitar 95% kode sumber kernel sama untuk semua platform perangkat keras. Linux termasuk sistem operasi yang didistribusikan secara open source, artinya kode sumber Linux diikutsertakan sehingga dapat dipelajari dan dikembangkan dengan mudah. Selain itu Linux dikembangkan oleh GNU (General Public License).

  1. Perintah Dasar untuk Pengelolaan File
  • Membuat direktori

mkdir nama_folder

Misalkan kita membuat sebuah folder dengan nama “Kuliah”, maka

pada terminal ketikkan perintah berikut:

mkdir Kuliah

  • Menampilkan isi direktori

ls

Jika dijalankan begitu saja perintah ini akan menampilkan daftar file dan folder

yang berada di direktori yang sedang aktif. Kita bisa menambahkan beberapa atribut untuk menampilkan tampilan yang berbeda, seperti:

ls –l : Memperlihatkan daftar file disertai dengan atribut seperti pemilik, permission, ukuran, dan tanggal modifikasi.

ls-l

ls –a : Memperlihatkan daftar file dan folder tersembunyi di dalam direktori sekarang tanpa atribut apapun.
ls –al : Menggabungkan opsi perintah –l dan –a untuk ls.
ls /direktori/Muse : Memperlihatkan daftar file dari /direktori/Muse ketika sedang berada di direktori sekarang.

  • Berpindah Direktori

Perintah ini digunakan untuk berpindah ke direktori lain. Contohnya saat kita berada di direktori home dan ingin berpindah ke direktori “Muse”, kita dapat menggunakan perintah cd Muse. Perintah ini juga memiliki beberapa atribut, seperti:
cd direktori/ : Pindah direktori ke direktori yang berada di dalam direktori sekarang.
cd : Pindah ke direktori home.
cd ~ : Pindah ke direktori home.
cd .. : Pindah satu direktori ke direktori teratas atau kembali ke direktori sebelumnya.
cd ../../n : Pindah n direktori sebelumnya.

  • Menampilkan tempat direktori yang aktif.

Untuk menampilkan tempat direktori yang sedang aktif kita dapat mengetikkan “pwd” pada terminal (tanpa tanda kutip).

pwd

  • Menyalin file

Untuk menyalin file kita dapat melakukan perintah-perintah berikut:

cp file /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi file tertentu ke

direktori tertentu

cp -r folder /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi folder tertentu

secara rekursif ke direktori tertentu

cp *.extension /path/ke/direktori/sesuatu → mengkopi file – file

yang berekstensi tertentu ke direktori tertentu

cp nama* /path/ke/direktori/sesuatu → mengopi file – file yang

namanya diawali dengan ‘nama’ ke direktori tertentu.

 

  • Memindahkan file

Untuk memindahkan file kita dapat melakukan perintah-perintah berikut:

mv file_yang_akan_dipindahkan direktori_tujuan

Selain berfungsi untuk memindahkan file ke direktori lain, perintah ini juga bisa

digunakan untuk mengganti nama (rename) file.

mv nama_file_lama.cocik nama_file_baru.cocik

Perintah ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan cp.

  • Menghapus file

Untuk menghapus file kita dapat melakukan perintah-perintah berikut:

rm file → menghapus file

rm -r folder → menghapus folder

rm -rf folder → menghapus folder secara paksa

  • Mencari file dalam direktori

Untuk menghapus file kita dapat melakukan perintah berikut:

find(spasi)nama file/folder yang akan dicari

contoh:

find SemuaPastiIndahPadaWaktunya.txt

  1. Perintah Dasar dalam Pemrosesan Teks
  • Melihat isi file

cat

Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi file kedalam bentuk plain text.

Penggunaannya adalah:

cat nama_file.cocik

perintah diatas akan menampilkan file “nama_file.cocik” kedalam bentuk plain

text.

wc nama_file.txt

Menampilkan jumlah baris, jumlah kata, dan ukuran file (dalam byte) suatu

file.

  1. Perintah Dasar dalam Sistem Administrasi
  • Menjalankan perintah/program sebagai super user

Untuk melakukannya kita bisa menggunakan perintah sudo(spasi)nama perintah. Contoh :

sudo halt

perintah diatas artinya sobat-sobat menjalankan perintah “halt” sebagai super

user, bukan user biasa.

  • Melihat user yang sedang aktif

Whoami

Perintah diatas adalah perintah untuk melihat user yang sedang aktif. Penggunaan

perintah tersebut adalah dengan mengetikan langsung whoami pada terminal dan

kemudian akan muncul user apa yang sedang aktif.

 

  1. Perintah Dasar dalam Manajemen Pemrosesan
  • Menampilkan proses-proses yang sedang berjalan

ps aux

Untuk menampilkan proses yang sedang berjalan, dengan perintah ps juga sudah

cukup. Namun apabila ingin menampilkan juga proses secara detail maka

parameter aux ditambahkan. Penggunaan perintah ini cukup dengan mengetikan

ps aux pada jendela terminal.

ps aux

  • Mengakhiri proses yang sedang berjalan

kill PID → membunuh sebuah proses yang memiliki PID tertentu

kill program → membunuh sebuah proses yang memiliki nama

tertentu

killall program → membunuh semua proses yang memiliki nama

tertentu

  • Menampilkan daftar perangakt yang ditancapkan di port USB

lsusb

lsusb

  • Membersihkan tampilan terminal

clear

  • Merestart sistem

reboot

  • Mematikan sistem

shutdown / halt

  • Menampilkan daftar hadrdware

lshw

  • Menampilkan lamanya sistem telah berjalan

uptime

  • Kalkulator di dalam terminal

bc

  1. Manajemen Proses

Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Di Linux, setiap program merupakan proses.Proses dapat diciptakan dan dapat pula dimusnahkan. Terdapat 4 konsep dasar manajemen proses :

  • Multiprogramming, salah satu teknik penjadwalan dimana tugas (task) yang sedangberjalan tetap berjalan sampai ia melakukan operasi yang membutuhkan waktu untukmenunggu respon dari luar (external event), misalnya membaca data dari disket/CD/dsb,atau sampai komputer memaksa untuk menukar tugas yang sedang berjalan dengan tugas lainnya.

 

  • Pseudoparallelism, eksekusi proses secara paralel pada sistem.

 

  • Multiprcessing, kemampuan pemrosesan komputer yang dilakukan secara serentak. Istilah ini juga dapat merujuk kepada dukungan sebuah sistem untuk mendukung lebih dari satu prosesor dan mengalokasikan tugas kepada prosesor-prosesor tersebut.
  • Distributed Processing, Mengerjakan semua proses pengolahan data secara bersama antara komputer pusat dengan beberapa komputer yang lebih kecil dan saling dihubungkan melalui jalur komunikasi.

Adapun model-model proses seperti sequential proceses, multiprogramming, dan cpu switching.

Operasi-operasi pada proses diantaranya penciptaan, penghancuran, penundaan, pelanjutan kembali proses, blocking, membangunkan proses, menjadwalkan proses, komunikasi antar proses.

Perintah-perintah proses di linux :

  • Instruksi $ ps (process status) untuk melihat kondisi proses yang ada.
  • Instruksi $ ps u untuk melihat faktor elemen lainnya.
  • Instruksi $ ps –u <user> untuk mencari proses yang spesifik untuk pemakai.
  • Mencari proses lainnya dapat menggunakan perintah $ ps -a, $ ps –au, $ ps –aux
  • Melihat proses yang berjalan dapat menggunakan perintah $ top , $ htop
  • Menampilkan hubungan proses parent dan child dapat menggunakan $ ps –eH

ps -eH

  • Menampilkan hubungan proses parent dan child serta letak prosesnya dapat menggunakan $ ps –eF
  • Menampilkan semua proses pada sistem dalam bentuk hirari parent/child dapat menggunakan $ pstree

pstree

  • Menghentikan suatu proses
  • $ kill %<nomor job> contoh : kill %1
  • $ kill <PID> contoh : kill 1908
  • $ pkill <nama proses> contoh : pkill firefox
  • $ pkillall <nama proses> contoh : pkillall firefox
  • Mengubah prioritas suatu proses dapat menggunakan $ renice <prioritas> <PID>

 

Referensi:

  • Modul praktikum mata kuliah Sistem Operasi 2015
  • http://cahyo-cyber.blogspot.com/2013/01/pengertian-dan-perintah-dasar-linux.html
  • http://andrewdion.staff.ugm.ac.id/2013/08/panduan-perintah-dasar-linux-untuk-pemula/

Tugas 2 : Struktur dan Status Proses pada Sistem Operasi

1. STRUKTUR SISTEM OPERASI

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi. Kalau sistem komputer terbagi dalam lapisan-lapisan, maka Sistem Operasi adalah penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. Lebih jauh daripada itu, Sistem Operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar. Sistem Operasi menjamin aplikasi software lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain dan memiliki akses kepada sistem file. Apabi

Tugas 1 : Teknik Pengendalian I/O

Nama : Muhammad Aziz Ashari
NIM : 1305793
Kelas : Ilmu Komputer – C2
MK : Sistem Operasi

TEKNIK PENGENDALIAN I/O

 

Ada tiga metode pengendalian masukan keluaran yang akan dibahas dalam bagian:

1.Programmed I/O ( I/O yang dapat diprogram).

2.Interrupt driven I/O ( I/O yang dijalankan oleh interupsi).

3.DMA/ Direct Memory Access (Akses memori langsung).

  1. Programmed I/O

Teknik ini disebut juga pemilihan saluran dimana semua pengalihan ke dan dari alat diselenggarakan oleh program. Prosesor mengirim dan meminta data, semua operasi masukan dan keluaran berada dibawah kendali program. Pengalihan harus dikoordinasi oleh suatu proses handshaking (jabat tangan). Proses pemilihan saluran menjadi mungkin untuk dilakukan melalui penggunaan isyarat. Suatu isyarat adalah suatu bit yang bila dipasang, menunjukkan bahwa telah terjadi suatu kondisi yang memerlukan perhatian. Isyarat ini akan diperiksa terus menerus.

Program terus berjalan lewat sejumlah pengetesan untuk menentukan apakah masukan atau keluaran dapat/ harus diselenggarakan. Bila ditemukan alat yang memerlukan pelayanan, rutin pelayanan yang sesungguhnya diaktifkan dan pemilihan saluran berlangsung lagi setelah pelayanan selesai dilakukan. Dua metode dasar penginderaan isyarat alat siap yang dipakai adalah pemakaian pintu status masukan sederhana dan pemakaian pintu status masukan pengkode prioritas.

Metode I/O terprogram/ Pemilihan saluran ini adalah metode yang paling umum dan paling sederhana. Metode ini tidak memerlukan perangkat keras khusus dan semua pengalihan masukan keluaran dikendalikan oleh program.

 

 

Detail proses:

  • CPU merequest untuk melakukanoperasi I/O
  • Modul I/O melaksanakanoperasi keperiferal
  • Modul I/O men-set bit statusberisi hasil operasinya.
  • CPU mengecek status bits secara periodik (tiap beberapa clock), kalaubelumada perubahan,

tunggu. Kalau ada, bereaksi.

  • Berarti modul I/O tidak menginformasikan status secara langsung keCPU
  • Modul I/O tidak bisa menginterrupt CPU
  1. INTERRUPT DRIVEN I/O

Teknik pemilihan saluran memiliki dua keterbatasan yaitu pemborosan waktu prosesor dan lambat. Diperlukan suatu cara agar alat yang membutuhkan pelayanan dapat segera dilayani tanpa menunggu gilirannya tiba. Prosedur ini dinamakan Interupsi.
Bila suatu alat yang ingin membutuhkan pelayanan, maka ia dapat menjalankan interupsi kepada mikroprosesor sehingga mikroprosesor akan menanggapi dan menjalankan interupsi tersebut sampai selesai dan kemudian kembali ke instruksi semula.
Alat yang mengatur permintaan interupsi kepada mikroprosesor adalah Interrupt Controller.Terdapat mode – mode interupsi yang mungkin terjadi pada Interrupt Controller :
1. Fully Nested :
Sebuah perangkat/ peripheral yang meminta interupsi diurutkan dalam prioritas mulai dari 0 (IRQ0) hingga 7 (IRQ7)

2. Rotating :
Perangkat/ peripheral yang meminta interupsi memiliki prioritas yang sama. Pada mode ini sebuah perangkat, setelah dilayani akan menerima prioritas terendah didalam kelompoknya, sehingga apabila terdapat permintaan pelayanan kembali, harus menunggu sampai ketujuh alat dilayani semua (bergiliran).

3. Special Mask :
Pada mode ini dimungkinkannya prosesor menangkal interupsi dari perangkat tertentu secara selektif. Sebagai contoh, apabila sebuah program yang ingin menjalankan alat dengan menangkal interupsi tertentu dan memunculkan interupsi lain sebagai prioritas tertinggi maka hal tersebut dapat dimungkinkan.

 

  1. Polling :
    Pada mode ini, interrupt controller menonaktifkan masukan interupsi, sehingga bekerja normal seperti pada metode pemilihan saluran. Metode ini diaktifkan bila :

Detail proses:

  • CPU merequest untuk melakukanoperasi I/O
  • Modul I/O melaksanakanoperasi keperiferal
  • Sementara ituCPU dapat melakukankegiatan yang lain (melaksanakanproses berikutnya)
  • Modul I/O menginterrupt CPU untuk memberitahukanstatus hasil operasinya
  • CPU bereaksi atas status tersebut

 

  1. DMA/ DIRECT MEMORY ACCESS

Teknik Interupsi menjamin tanggapan paling cepat yang mungkin terhadap alat masukan-keluaran. Akan tetapi pelayanan ini masih melibatkan perangkat lunak. Hal ini dirasa masih kurang cepat bagi pengolahan yang membutuhkan transfer data langsung dari memori seperti Disk drive dan penyaji CRT.

Pemecahan yang bisa dilakukan adalah mengganti perangkat lunak dengan perangkat keras. Rutin pelayanan perangkat lunak yang menyelenggarakan alih data antara memori dengan alat, digantikan oleh pemroses perangkat keras khusus yang melakukan proses alih data langsung. Pemroses tersebut dinamakan DMA Controller (DMAC).

DMAC merupakan pemroses khusus yang dirancang untuk menyelenggarakan alih data berkecepatan tinggi antara memori dengan alat dan sebaliknya. Berikut ini cara kerja DMAC :

1. Pada saat pertama kali system dijalankan, posisi ketiga saklar keatas, sehingga Bus terhubung dari Mikroprosessor ke system Memory & Peripheral (I/O).

2. Apabila terdapat system yang membutuhkan intetraksi DMA seperti membaca sebuah file dalam disket maka diperlukan beberapa urutan perintah ke disk controller, memberitahukan bahwa data harus ditemukan dan membaca blok data yang dibutuhkan dari disket.

3. Ketika disk controller telah siap memiliki sebuah blok byte pertama data, ia mengirimkan DMA Request (DREQ) ke DMAC, jika tidak terdapat input unmasked.

4. Kemudian DMAC mengirimkan Hold Request (HRQ) ke input Mikroprosessor HOLD. Mikroprosesor menanggapinya dengan meng-ambangkan seluruh bus-nya (saklar ke posisi ambang) dan mengirim sinyal Hold Acknowledge (HLDA) pada DMAC.

5. Ketika DMA menerima sinyal HLDA, Mikroprosessor sekaligus mengalihkan saklar ke posisi bawah (DMAC). Hal ini menyebabkan tidak tersambungnya Mikroprosessor dari Bus dan menghubungkan DMAC dengan Bus.

6. DMAC mendapat kontrol penuh bus; Mengirim alamat memory dimana blok byte pertama data dari disket yang akan ditulisi ke tujuan, kemudian mengirim DMA Acknowledge (DACKX) ke disk controller untuk memberitahukan bahwa disk controller siap – siap untuk mengirim data.

7. Akhirnya DMAC mengirim sinyal MEMW & IOR. MEMW diartikan bahwa memory yang teralamatkan untuk siap-siap menerima data dan ditulisi; sedang IOR memberitahukan bahwa disk controller harus membaca blok byte pertama data untuk dikeluarkan ke data bus.
8. Bila seluruh data habis dikirimkan, DMAC melepas sinyal HRQ; sambil melepas saklar pada bus. Saklar kembali ke posisi Mikroprosessor (keatas). Mikroprosessor mengambil alih bus sampai nantinya terjadi permintaan pelayanan DMA selanjutnya. Mikroprosessor melanjutkan eksekusi program yang ditinggalkan sebelumnya.

  • CPU memberi tahuDMA controller:

– Apa instruksinya

– Alamat periferalnya

– Alamat awal blok memory, tempat data

– Jumlah data yang akan ditransfer

  • CPU melanjutkanpekerjaanlainnya
  • DMA controller melaksanakanoperasi
  • DMA controller mengiriminterrupt ke CPU saat seluruhoperasi selesai.

Link blog: http://1305793.blog.upi.edu/2015/02/16/tugas-1-sistem-operasi/

Sumber: